Beginilah Proses Terjadinya Menstruasi pada Wanita

Beginilah Proses Terjadinya Menstruasi pada Wanita

- in Kesehatan, News
582
0
proses terjadinya menstruasi

Seorang wanita setiap bulan tentunya akan mengalami pendarahan yang biasa disebut dengan menstruasi atau haid. Hal ini terjadi akibat peluruhan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan adanya pendarahan. Lalu sebenarnya bagaimana proses terjadinya menstruasi itu?

Bagi para wanita sehat, menstruasi merupakan kondisi alami yang wajar terjadi ketika seorang perempuan telah mengalami fase perubahan fisik di dalam dirinya. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya rambut pada kemaluan, keluarnya cairan putih pada aksila, serta mulai membesarnya payudara.

Proses menstruasi tidak akan terjadi kepada wanita yang sedang hamil, sehingga apabila ada seorang wanita yang tidak mengalami menstruasi, maka dirinya berpotensi untuk mengalami kehamilan. Menstruasi atau haid biasanya dialami sejak wanita berusia remaja, akan tetapi banyak dari wanita remaja tersebut yang belum mengetahui peristiwa apakah yang terjadi di dalam tubuhnya selama dirinya mengalami siklus haid.

Menstruasi pada wanita satu dengan lainnya tentunya berbeda, sebanyak 10 hingga 15% dari total wanita mempunyai siklus haid selama 28 hari dan 90% wanita mempunyai siklus menstruasi antara rentang waktu 25 hingga 35 hari. Menurut penelitian, siklus menstruasi yang normal akan berada pada kisaran 28 hingga 29 hari. Namun, wanita yang mempunyai siklus menstruasi dengan rentang waktu 20 hingga 35 hari juga masih dianggap sebagai menstruasi normal. Walaupun dikatakan normal, tetap saja ada wanita yang mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini biasanya diakibatkan oleh tingkat kesuburan wanita tersebut.

Proses terjadinya menstruasi

Pada umumnya, siklus menstruasi atau haid terbagi menjadi beberapa fase atau tahapan. Fase ini telah diatur sedemikian rupa oleh hormon yang berada di dalam tubuh. Proses menstruasi biasanya melibatkan lima hormon di dalam tubuh, antara lain yaitu:

  1. Luteinizing Hormone (LH), merupakan hormon yang bertugas untuk merangsang ovarium agar dapat menghasilkan sel telur agar proses ovulasi berjalan dengan baik
  2. Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH), adalah hormon yang bertugas merangsang hormon pelutein dan folikel untuk memberikan rangsangan kepada tubuh
  3. Hormon Estrogen, hormon ini sangat berperan di dalam perubahan tubuh wanita remaja saat usia pubertas. Selain itu, hormon ini juga sangat berperan di dalam siklus reproduksi wanita dan ovulasi.
  4. Hormon Progesteron, hormon ini mempunyai peranan yang hampir sama dengan hormon estrogen, yaitu untuk penebalan dinding rahim serta menjaga siklus reproduksi dan kehamilan.
  5. Follicle Stimulting Hormone (FSH), yaitu hormon yang mempunyai pengaruh kuat untuk mematangkan sel telur yang telah diproduksi oleh kelenjar pituitari.
proses terjadinya menstruasi
Ilustrasi

Tahapan proses terjadinya menstruasi pada wanita

Terdapat beberapa tahapan atau fase yang dialami oleh para wanita ketika mengalami menstruasi atau haid, antara lain yaitu:

Tahapan Menstruasi

Tahapan ini merupakan tahapan yang dapat berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Di tahap ini, dinding rahim akan mengalami proses peluruhan sehingga menjadi darah haid. Darah ini akan keluar berkisar antara 30 hingga 40 ml di tiap siklusnya dengan tingkat kekentalan yang berbeda-beda.

Pada tahap ini, wanita akan mengalami rasa sakit di hari pertama mengalami haid. Kondisi ini terjadi akibat otot rahim yang mendorong pada dinding rahim sehingga mengalami perubahan dan menjadi darah. Efek dari rasa sakit ini adalah munculnya luka, dan luka ini akan sembuh secara perlahan-lahan.

Tahapan Poliferasi atau pra-ovulasi

Tahapan ini terjadi setelah penyembuhan akibat peluruhan dinding rahim telah berhasil. Pada tahapan ini, akan terjadi ketebalan pada dinding rahim hingga 3.5 mm yang akan berlangsung sejak hari ke-5 hingga hari ke-14.

Kondisi lain yang biasanya terjadi pada tahapan ini adalah keluarnya lendis basa dari leher rahim yang berfungsi untuk menetralkan sifat asam yang diproduksi pada kemaluan wanita. Terjadinya proses penebalan ini dikarenakan hormon estrogen yang meningkat sedikit demi sedikit

Pada tahapan ini, sangatlah dianjurkan bagi pasangan yang baru menikah dan ingin mempunyai momongan untuk melakukan hubungan badan. Sebab pada tahapan ini merupakan masa subur terbaik yang akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari.

Tahapan sekresi atau ovulasi

Pada tahap ini, telur yang telah terbuahi akan diberikan bahan makanan yang berasal dari sel endometrium. Bahan makanan dapat berupa kapur dan glikogen. Hal ini biasanya terjadi pada hari ke-14.

Proses terjadinya pematangan ini disebut dengan masa subur. Apabila tidak terjadi pembuahan pada ovum, maka hormon estrogen dan progesterone akan mengalami kegagalan sehingga akan menyebabkan terjadinya menstruasi lagi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai proses terjadinya menstruasi pada wanita. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.