Alasan Penundaan Paspor Bagi WNI yang Hendak ke Luar Negeri oleh Dirjend Imigrasi

Alasan Penundaan Paspor Bagi WNI yang Hendak ke Luar Negeri oleh Dirjend Imigrasi

- in Daerah, Internasional, Jakarta, Nasional, News, Travel, Umum
591
0
Direktur Jendral Imigrasi Dr. Ronny F. Sompie. S.H, M.H - Foto: LINESIndonesia.com

LINESIndonesia.com – Semakin tingginya permintaan dokumen perjalanan Republik Indonesia atau biasa disebut dengan paspor oleh warga negara Indonesia dengan berbagai macam alasan dan tujuan, membuat pemerintah Indonesia harus semakin jeli dan teliti untuk memenuhi permintaan masyarakat tersebut agar terpenuhi dengan aman dan nyaman. Pada kenyataannya memang banyak WNI yang pergi ke luar negeri dengan berbagai macam alasan seperti, TKI misalnya yang tak sedikit mereka mendapatkan perlakuan secara tidak manusiawi. Maka hal tersebut menjadi tugas pokok pemerintah Indonesia untuk melindungi warganya.

Seperti yang dilakukan oleh Kantor Direktorat Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur bekerja sama dengan Yayasan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin Jakarta Timur, Rabu (12/4) mengadakan sosialisasi tentang peraturan keimigrasian sesuai dengan UU.No.6 tahun 2011 yang dibuka oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Dr. Ronny F. Sompie. S.H, M.H dan ketua pelaksana Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur oleh Montano F. Rengkung S.SOS., MM.

Kiri-kanan: Ketua Yayasan Ponpes: Nurfaizi Suwandi – Dirjend Imigrasi:Ronny F. Sompie

Acara tersebut juga disambut dan diterima baik oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin Komjenpol. Purn. Nurfaizi Suwandi telah menjadikan ponpes Minhaajurrosyidin sebagai penyedia tempat untuk sosialisasi tentang keimigrasian ini, yang notabene ada sekitar 35 santri/mahasiswa asing yang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren yang berada Jakarta Timur ini. Dan dihadiri oleh beberapa mahasiswa asing seperti dari Yaman yang berkuliah di Universitas Suryadarma Halim, Universitas Dr. Uhamka mahasiswi dari  Thailand Malaysia dan Vietnam.

Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat  yang sering dikeluhkan, yaitu kenapa untuk mendapatkan paspor itu saja sangat sulit, padahal mungkin hanya ingin berlibur ke Singapura misalkan.

Terkait dengan penundaan pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia atau paspor bagi warga Indonesia yang hendak ke luar negeri adalah ketika dilakukan wawancara singkat dikantor cabang terdekat, mereka tidak bisa menunjukkan jawaban yang kuat untuk apa sebenarnya tujuan ke luar negeri, dan terindikasi kuat akan ada penyalahgunaan dokumen tujuan perjalanan.

Hal yang paling menentukan untuk warga Indonesia yang hendak pergi ke luar negeri adalah tujuan awal pergi ke luar negeri itu untuk apa? kuliah? berwisata? umroh? atau yang lainnya. Karena jika terjadi penyalahgunaan dokumen perjalanan tentunya akan merugikan warga itu sendiri dan juga pemerintah. Serta hal yang sangat dikhawatirkan adalah terjadinya tindakan pidana perdagangan orang atau TPPO, kekerasan dan kriminalisasi.

Dari paparan dan sambutan Direktur Jenderal Imigrasi Dr. Ronny. F. Sompie mengatakan”angka tindak kekerasan dan kriminalisasi dan TPPO di negara asing terhadap warga kita sangat tinggi, maka sosialisasi ini merupakan langkah untuk menjaga warga negara Indonesia agar mengetahui dan memahami alasan tentang peraturan keimigrasian dan sebagai bekal sebelum akhirnya mereka pergi ke luar negeri untuk alasan tertentu. Lebih baik tidak memberikan izin dokumen perjalanan sama sekali daripada terjadi hal-hal seperti tersebut diatas.”

Kantor Direktorat kelas 1 khususnya untuk wilayah Jakarta Timur tetap akan memberikan fasilitas dokumen perjalanan Republik Indonesia ini dengan syarat mereka sudah tahu dan menentukan maksud awal tujuanya tersebut, serta memenuhi beberapa syarat ketentuan dan kebijakan kantor cabang masing-masing.