Ahok: Saya Tak Sanggup Bayar mahar Politik

Ahok: Saya Tak Sanggup Bayar mahar Politik

- in Daerah, Jakarta
256
0
AhokFoto: Iwan Setiyawan/Kompas

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) mengatakan bakal calon kepala daerah bisa menghabiskan Rp100-200 miliar saat memberikan mahar ke partai. Dengan permintaan dana dari parpol sebesar itu, dia mengaku tak punya cukup uang untuk berkampanye.

Ia sudah merasakan, parpol meminta dana ini kepada calon kepala daerah, yang biasanya dipergunakan untuk memberikan makanan, pakaian atau souvenir. Karenanya, mantan Bupati Belitung Timur ini memilih jalur perseorangan atau independen untuk maju Pilgub DKI Jakarta 2017.

Kesiapan dana dari calon kepala daerah memang kerap ditanyakan oleh parpol. Hal itu tak dibantah Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Hal itu diperlukan agar memaksimalkan upaya pemenangan pasangan calon tersebut.

Dia mengatakan kesiapan dana tersebut berbeda-beda. PAN tidak mematok angka minimal yang dapat disiapkan pasangan calon tersebut. Menurutnya, angka itu dipengaruhi daerah pemilihan dan target pemenangan pasangan calon.

Namun, dia membantah dana tersebut merupakan mahar politik yang diminta partai ke pasangan calon kepala daerah. “Daripada dijadikan mahar ke partai, pasangan calon dapat menggunakan uang yang dimilikinya untuk pemenangan mereka,” Kata Eddy. Bahkan ungtuk kader PAN, logistik dibantu partai.

PAN biasanya mengandalkan bantuan dana dari dewan pimpinan pusat dan simpatisan. Karenanya, dia menekankan PAN menolak bila dikatakan meminta mahar dari calon yang mereka usung di pilkada manapun.
.