Guru Harus Punya “Bargaining Power” Di Mata Dunia

Guru Harus Punya “Bargaining Power” Di Mata Dunia

- in News, Pendidikan
306
0
foto : id.wordpress.com

Jakarta – Guru sejatinya digugu dan ditiru. Istilah yang sering muncul ini barangkali tepat menggambarkan profil guru ideal dan profesional.

Menteri Pendidikan Anies Baswedan mengatakan bahwa guru merupakan sosok yang memiliki tugas untuk menyiapkan masa depan bangsa. “Guru adalah hulu bagi kemajuan bangsa Indonesia.”

Sedangkan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, sebagai pendidik guru memiliki peran penting tidak hanya saat proses pembelajaran berlangsung tetapi juga membentuk dan mempengaruhi karakter anak atau peserta didiknya. Guru, menurutnya, sudah semestinya menanamkan nilai-nilai seperti etos kerja, kerja keras, disiplin, integritas, optimisme, dan gotong royong agar menjadi kebiasaan.

Perayaan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November tahun ini dirayakan dengan mengadakan upacara yang digelar oleh para guru masing-masing sekolah. Seperti di Sekolah Menengah Pertama Negeri 96 Jakarta pagi ini (25/11), para guru sekolah tersebut yang menggelar upacara kemudian dilanjutkan dengan perayaan yang menampilkan kebolehan para murid.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (24/11), puluhan ribu guru memenuhi Istora Senayan, Jakarta dalam peringatan Hari Guru Nasional yang sedianya jatuh pada hari ini. Peringatan yang bertema ‘Guru Mulia Karena Karya’ itu, Presiden Jokowi memberikan tanda penghormatan satya lencana pendidikan. Sebanyak 10 perwakilan guru yang berprestasi luar biasa dan berdedikasi mendapatkan tanda ini dari Jokowi.

Pada kegiatan sebelumnya, sebanyak empat ribu guru mengikuti simposium Tenaga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Senin (21/11). Simposium ini menjadi wadah para guru untuk saling belajar dan bertukar pikiran serta pengalaman. “Pada Simposium Guru, para pendidik ini akan memaparkan karya mereka berupa metode pembelajaran atau penemuan mereka,” kata Pranata.

250 karya dari 3.366 karya guru yang masuk dipresentasikan dan dibagikan bersama guru-guru lainnya dari seluruh Indonesia. Menurut Pranata, karya terbaik para guru pada simposium itu nantinya akan mendapatkan hadiah dan hasilnya dijadikan sumber terbuka yang bisa diakses umum. “Harapannya penemuan dan karya itu bisa menjadi pembelajaran bagi guru lainnya.”

Pranata berharap guru Indonesia berjaya seperti pada masa 1970an. Saat itu guru Indonesia mengajar tidak hanya di dalam negeri saja, tapi juga mendidik murid-murid di negara-negara tetangga. “Apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN. Guru Indonesia harus punya bargaining power tinggi di mata dunia,” katanya.

“Dari seluruh kegiatan yang ada di Indonesia, karya guru adalah hulu dari kemajuan bangsa,” jelas dia. Dalam acara ini, Anies memberikan penghargaan tali kasih terhadap kurang lebih seribu tiga ratus Tenaga Kependidikan termasuk yang berdedikasi dan berprestasi. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para peserta terbaik simposium.

Dalam acara puncak itu, Anies mengatakan, sebanyak 12.500 hadir dari seluruh Indonesia. Mereka merupakan perwakilan dari jutaan guru lainnya yang sedang melaksanakan tugas mengajarnya pada hari ini. Menurut Anies, guru-guru yang hadir ini berasal dari berbagai daerah termasuk para Guru Garis Depan (GGD), guru sekolah satu atap dan asosiasi GTK seluruh Indonesia.

Meski demikian, masih banyak kritik dan persoalan terkait peningkatan mutu guru. Hasil peningkatan mutu guru tahun ini masih kurang memenuhi standar kompetensi. Pada rentang nilai 0-100, tidak terlalu banyak guru yang melewati batas angka 70. Umumnya, para guru ini lemah penguasaan materi ajar dan kemampuan mendidik.

Hal ini juga dipengaruhi apresiasi dari masyarakat Indonesia. Minimnya apresiasi terhadap guru, terkadang mempengaruhi kinerja. “Masyarakat harus lebih mengapresiasi guru, terlebih lagi guru yang sudah menghasilkan banyak karya,” ujar Anies. Ia juga mengingatkan guru untuk menjadi pembelajar serta saling belajar dan berbagi pengalaman praktik. Guru akan dapat meningkatkan kompetensi diri dan kualitas pembelajaran di kelas.